Fanfiction

FF/Suga BTS/Just Same As You/pt.2

2015-11-28-17-19-34_deco

Title : Just Same As You
Author : Lily @Army7a01_
Main Cast :
-Kim Hyerin (OC)
-Min Yoon Gi/ Suga (BTS)
Rating : T (15+)
Genre : School life, Romance, Family
Leght : Chaptered

Ini chapter 2nya ya..
Hati-hati TYPO

.
.

Matahari telah tenggelam sejak beberapa menit yang lalu.

Warna langit biru yang didominasi warna oranye serta ungu itu menjadi terlihat sangat indah.

Apalagi jika dilihat dari atas bukit. Namun hal itu mustahil, karena rumahku jauh dari bukit. Jadi, aku hanya bisa memandangnya dari tempatku berjalan saat ini, trotoar .

Tadi aku menelfon Bibi Hwang, mengatakan padanya bahwa aku tidak ingin dijemput hari ini. Aku ingin berjalan kaki pulang kerumah sesekali seperti sekarang ini.

Ternyata berjalan kaki itu tidak terlalu buruk.

Hanya saja sedikit merasa lelah, karena jarak antara sekolah dan rumahku itu lumayan jauh.

“Noona!”

Aku mendengar suara seseorang sedang memanggil. Tapi entah ia memanggil siapa.

“Hyerin Noona!” Ah! Ternyata dia memanggil namaku.

Kutolehkan kepalaku kebelakang untuk melihat siapa yang telah memanggilku barusan.

“Taehyung? Sedang apa kau–“

“Tadi aku membantu Taemi Noona piket, tapi ia malah meninggalkanku. Padahal maksudku membantunya agar ia mau pulang bersamaku” Ujar Kim Taehyung sambil memanyunkan bibirnya.

Taehyung adalah adik kelasku. Aku mengenalnya dari Taemi, temanku. Taemi bilang kalau adik kelas kami yang satu ini selalu mengganggunya.

“Jadi, kau membantunya karena alasan itu?”

“Hehehe iya” Iya terkekeh memperlihatkan senyum kotaknya.

“Kau ini… kenapa kau tidak langsung menyatakan perasaanmu saja?”

“Aku takut.. dia lebih tua dariku, apa yang akan ia katakan padaku nanti”

“Itu urusan nanti. Ya… aku hanya bilang saja, sebelum kau keduluanan”

“Keduluanan? Apakah ada pria lain yang menyukai Taemi noona?”

“Mungkin saja. Siapa yang tahu?”

Taehyung terdiam mendengar ucapanku. Ia terlihat seperti sedang berfikir keras. Ekspresinya menunjukkan kegelisahannya.

“Bagaimana kalau aku ditolak?” Pertanyaan yang bodoh.

“Itu urusanmu Tae” Ucapku singkat.
Taehyung memanyunkan bibirnya kesal. Sok imut sekali dia ini. Bagaimana Taemi mau menyukainya kalau sifat kekanakannya sangat terlihat seperti ini.

“Noona pernah ditembak tidak?”

“Eh?”

“Ditembak lho..,Bukan ditembak dengan pistol”

“Belum”

“Bohong, masa yeoja cantik dan pintar seperti noona belum pernah ditembak namja” Ujar Taehyung asal.

“Kalau maksud ucapanmu hanya ingin mengejekku sebaiknya kau diam”

“Hehehe.. tidak kok” Ujarnya sambil menyengir. Ia lebih terlihat mirip seperti kera jika sedang nyengir seperti itu.

Aku dan Taehyung berpisah diperempatan jalan. Alasannya, karena rumahnya tak searah denganku.

Aku membalas lambaian tangannya sambil tersenyum dan melanjutkan perjalanan pulangku.

Langit semakin gelap dan aku belum juga sampai di rumah. Ah biar sajalah, apa peduliku? Toh appa dan eommaku tidak ada dirumah.

Langkahku terhenti kala melihat seorang lelaki sedang berlari tergesa-gesa, ia bersembunyi diantara rerumputan. Nafasnya tersenggal-senggal.

Oh jangan bilang ada hantu.
Jangan bilang juga ada penjahat.

Aku hanya diam tak berani melanjutkan perjalananku.
Ya, mungkin pilihan terbaik adalah diam dulu, sebelum melihat ada apa sebenarnya disana.

“Yoongi?”

“YAKKK! KELUAR KAU!  JANGAN BERSEMBUNYI!! PENGECUT!”

Ya, itu Yoongi. Dia yang berteriak sambil mengedarkan pandangannya melihat sekeliling seperti mencari seseorang.

Sepertinya ia mencari lelaki yang bersembunyi tadi.

Aku bisa lihat kalau wajah dan kepalanya memar, juga luka disudut bibirnya itu. Sepertinya ia habis berkelahi.

“YAKK! LIHAT SAJA! AKAN KUBUNUH KAU JIKA AKU MELIHATMU LAGI!!” Teriak Yoongi penuh amarah.

Sedangkan lelaki yang bersembunyi itu tampak ketakutan. Ia mengendap-endap kemudian berlari menjauh dari jangkauan Yoongi.

Aku berjalan santai berpura-pura tidak melihat kejadian itu. Ini sudah malam, aku tak ingin berlama-lama lagi di jalan sepi ini. Bisa saja aku jadi korban kejahatan.

“Hei! jangan bertingkah pura-pura tidak melihatku”

Oh ternyata dia menyadari keberadaanku.

Aku menoleh kebelakang. Kearahnya yang berdiri tak jauh dariku.

“Memangnya kenapa? Ini sudah malam, aku harus buru-buru pulang” Ucapku kemudian melanjutkan langkahku.

Yoongi berlari mensejajarkan langkahnya tepat disampingku.

“Hei apa yang kau lakulan Yoongi-ssi?”

“Aku? Aku berjalan. Ini sudah malam, aku tak ingin cepat-cepat pulang” Ujarnya meniru gaya bicaraku. Tsk! Menyebalkan!

“Memangnya rumahmu searah denganku?”

“Tidak. Kan sudah kubilang aku tak ingin cepat-cepat pulang kerumah, jadi aku mengikutimu saja” Ucapnya santai.

“Terserahmu” Ucapku singkat tanpa menghiraukannya.

Kami kembali berjalan beriringan tanpa satu suarapun yang kami ucapkan.

Dalam kurung hening.

“Kau ini habis berkelahi atau apa?”
Tanyaku memecah kesunyian diantara kami.

“Bukan berkelahi tapi pukul-pukulan”

“Sama saja bodoh!”

“Kau yang bodoh”

“Kau!”

“Kau!”

“Terserah” Ucapku mengakhiri ocehan kami. Kami kembali terdiam sambil terus berjalan.

“Yoongi”

“Apa”

“Terima kasih untuk traktiran sarapannya tadi pagi” Ujarku tanpa melirik kearahnya.

“Siapa pula yang mentraktirmu makan? Aku mentraktir dinosaurus yang kelaparan diperutmu itu”

“Terserah kau sajalah tuan Min. Sudah sana pergi. Rumahku sudah dekat, bukankah kau bilang tidak ingin cepat-cepat pulang kerumahmu. Saranku, lebih baik kau pergi berkeliling di taman” Sambungku dan dibalas tatapan bingung darinya.

“Kau ini. Kau kira aku ini apa berkeliling di taman? Gelandangan?”

“Kok tahu?”

“Awas kau Hyerin-ssi! Kupastikan malam nanti kau tidak bisa tidur”

“Takut…” Ujarku berpura-pura kemudian berjalan cepat meninggalkannya dibelakang.

Aku terlalu malas berurusan lama-lama dengan anak nakal sepertinya itu.

———————————————————————–

Tling!*

Eoh? Siapa yang mengirimiku pesan malam-malam begini.

Nomor tak dikenal:
“Sedang apa?”

Eh? Siapa ini? Aku tak punya nomornya di daftar kontakku.

To : nomor tak dikenal:
“Maaf sepertinya anda salah sambung.”

Nomor tak dikenal:
“Ini Hyerin kan?”

Eh? Dia tahu namaku?

To: nomor tak dikenal:
“Iya, maaf ini siapa?”

Tling tling tling tling***

Nomor tak dikenal:
Aku hantu..

Nomor tak dikenal:
Aku akan mengganggumu…

Nomor tak dikenal:
Aku akan mencekikmu saat kau tidur nanti.

Nomor tak dikenal:
Coba tebak siapa aku?

Huh? Siapa orang ini? Mengganggu saja. Jelas-jelas ia bilang ia hantu. Dan sekarang ia menyuruhku menebak siapa dia?? Orang gila..

To: Nomor tak dikenal:
Kau hantu bukan?

Nomor tak dikenal:
Bukan

To: Nomor tak dikenal:
Lalu apa peduliku? Tadi kau bilang kau itu hantu..

To: Nomor tak dikenal:
Ah! Aku tahu ini siapa?

Nomor tak dikenal:
Siapa??? Hayooo??

To: Nomor tak dikenal:
Kim Tae???!!

Nomor tak dikenal:
Ah! Kenapa kau tahu noona? Tidak seru… -_-

To: Nomor tak dikenal:
😛

Nomor tak dikenal:
-_-

To: Nomor tak dikenal:
Kalau tujuanmu meng-smsku untuk menanyakan hal tentang Taemi. Kau salah orang.

Nomor tak dikenal:
Tidak kok noona… Aku bosan saja..

To: Nomor tak dikenal:
Hei kau dapat dari mana nomorku huh?

Nomor tak dikenal:
Dari buku absen kelasmu noona.. Tadi siang waktu aku membantu Taemi noona piket, aku menemukannya dan aku mencatat semua nomor teman-teman Taemi noona. Yang perempuan dan yang laki-laki sekalipun.

To: Nomor tak dikenal:
Oh!

To: Nomor tak dikenal:
Sudahlah aku mau tidur. Kau menggangguku… besok saja lagi kalau kau ingin menanyakan tentang noona pujaan hatimu itu. bye~

Nomor tak dikenal:
Ah! Tidak jangan noona!

Nomor tak dikenal:
Aku bosan, temani aku…

Nomor tak dikenal:
Noona!!!

Nomor tak dikenal:
Noona yg cantik 😉

Begitulah isi pesan-pesan Taehyung yang terus ia kirimkan padaku itu. Aku mematikan ponselku dan mencoba untuk tidur. Tak memperdulikan apakah dia akan mengirimiku pesan lagi atau tidak. Aku sudah mengantuk.

———————————————————————

“Psssstttt… Yoongi ya!”

“Ya.. Min Yoongi..”

“Psssttt..”

Ini masih pagi. Dan ini masih pelajaran pertama. Tapi… si brandal pintar itu sudah tertidur dengan manis dibangkunya.

Tidak masalah jika ia tidur. Tapi ini masalah bagiku, karena…. ia menimpa bukuku. Membuat buku-bukuku yang malang itu sebagai bantalnya. Membuatku tidak bisa menulis.

“Yoongi….” Aku mencoba memanggilnya lagi. Aku tak bisa berteriak, karena jika aku berteriak kupastikan aku akan berakhir dengan hukuman berdiri diluar kelas.

“Yoongi-ssi..” Tidak ada respon lagi. Oke, kesabaranku juga bisa habis.

Sret

Pluk

“Awww” Hohoho, aku mengganggu tidurnya. Sekarang kepalanya sukses mencium meja. Dan bukuku sukses kutarik darinya.

“Kau ini! Shhh.. sakit!”

Oh ya, aku baru ingat kalau kepalanya memar akibat peristiwa tadi malam. Dan sekarang mungkin kepalanya semakin sakit.

“Maaf.. tapi siapa suruh kau menimpa buku-bukuku” Ucapku tak peduli dengannya yang meringis kesakitan.

Ia hanya mendengus kesal sambil memegangi keningnya yang kelihatan masih memar itu.

“Memangnya kemarin kau tidur jam berapa? Masih jam pertama saja kau sudah tidur” Ucapku sambil membuka buku yang berhasil kutarik darinya tadi.

“Aku tidur jam 3”

“Huh? Larut sekali. Memangnya kau ngapain?”

“Aku belajar, mataku masih ngantuk. Aku tidur lagi ya” Ujarnya dan kembali melanjutkan tidurnya.

Ia tidur menghadap kearahku, dan itu membuatku semakin bisa melihat dengan jelas memar diwajahnya.

Wah pasti rasanya sakit sekali. Kenapa ia mau berkelahi dengan orang-orang itu? Padahal sudah pasti itu tidak ada untungnya baginya. Dasar kurang kerjaan.

Aku melanjutkan kegiatanku, menulis apa yang ditulis oleh Seonsengnim di papan.

“Eugh” Yoongi melenguh dalam tidurnya. Ekspresinya terlihat seperti orang bodoh. Mulutnya mengunyah-ngunyah tidak jelas.

Eh tunggu– kenapa aku jadi memperhatikannya yang tengah tidur itu? Aishhhh
.
.
.
.
.
.
.
.
.

TBC—–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s