Fanfiction

FF/Suga BTS/Just Same As You/pt.4

2015-11-28-17-19-34_deco

Title : Just Same As You
Author : Lily @Army7a01_
Main Cast :
-Kim Hyerin (OC)
-Min Yoon Gi/ Suga (BTS)
Rating : T (15+)
Genre : School life, Romance, Family
Leght : Chaptered

Chapter 4 disini.
Hati-hati TYPO.
Warning! Chapter ini pendek :3

Setelah lelah berkeliling taman, Yoongipun memutuskan untuk mencari bangku. Sebenarnya bukan Yoongi yang merasa lelah, ia hanya takut kalau semisalnya Hyerin pingsan ditengah taman. Itu pasti akan membuatnya repot.

Bukan Yoongi tak ingin membantu Hyerin. Hanya saja Yoongi tidak ingin berurusan dengan orang rumah gadis itu. Bisa-bisa Yoongi malah dituduh menculik anak orang.

“Ice cream?”

“Tidak terima kasih”

“Cola?”

“Kau ini, sudah tahu aku flu, kau tawarkan minuman dingin?”

“Kopi bagaimana?”

“……..”

“Aku anggap diam itu berarti iya. Tunggu disini, pegang ponsel dan tasku”

Yoongi bangkit dan pergi. Hyerin hanya bisa terdiam melihat Yoongi yang melengos meninggalkannya sendirian dibangku taman.

“Huffffttt” Hyerin memasukkan tangannya kedalam saku baju hangatnya. Hawa malam diluar ternyata sangat dingin, padahal ia sudah memakai sarung tangan Yoongi. Namun ternyata ini masih belum cukup.

Drrrtttt drrrttt

Ponsel Yoongi yang berada dalam genggaman Hyerin bergetar. Satu nama yang mengejutkannya terpampang jelas dilayar ponsel Yoongi.

Eomma is calling..

“Omo!” Hyerin mulai panik.

Angkat atau biarkan ya?
Angkat atau biarkan?

“Eum…
Baiklah akan kuangkat”

Hyerin menekan ikon berwarna hijau dilayar ponsel Yoongi. Belum, panggilan itu belum tersambung karena Hyerin belum menggeser ikon hijau itu. Dan sepertinya remaja labil seperti Hyerin memang suka berubah fikiran.

“Maafkan aku ibunya Yoongi. Aku tak bersalah, ia hanya menitip ponselnya saja padaku”

Hyerin meletakkan ponsel Yoongi di sampingnya dengan posisi terbalik. Melihat ponsel itu terus menyala hanya akan membuatnya semakin panik saja, lebih baik ia tak melihat benda ‘mahal’ itu sama sekali.

“Kau kenapa?”

“Eh?” Hyerin tersentak melihat Yoongi yang berjalan mendekat dengan dua cangkir kopi digenggamannya.

“Ibumu menelpon” Adu Hyerin sambil meraih cangkir kopi yang disodorkan oleh Yoongi.

“Ibuku?”

“Iya…”

“Oh” Jawab Yoongi acuh tak acuh sambil menyimpan ponselnya yang masih bergetar kedalam sakunya.

Kening Hyerin berkerut heran. Seharusnya Yoongi mengangkat panggilan eommanya. Bukan malah mengabaikannya. Tapi ya, Hyerin tidak ingin ikut campur urusan keluarga seseorang. Karena ia juga tidak suka jika ada orang yang mencampuri urusan keluarganya.

–HYERIN POV–

Yoongi buru-buru mengajakku pulang setelah ia bilang kalau wajahku semakin pucat.

Aku tidak tahu ia berbohong atau tidak, pasalnya aku tidak merasakan hal buruk apapun. Malah sebaliknya, aku merasa lebih baik setelah meminum kopi hangat ini.

“Tapi kita belum kesungai Han”

“Ini sudah malam”

“Tapi belum larut”

“Tidakkah kau sadar akan keadaanmu?”

“Tapi…”

“Tidak ada tapi-tapian. Ayo pulang”

Yoongi merebut kopi digenggamanku dan membuangnya ke tempat sampah. Ia meninting tasnya dan mengamit tanganku, menarikku menjauhi taman.

Sebenarnya ada apa dengan laki-laki ini?

Kenapa moodnya berubah tiba-tiba?

“Aku sarankan setelah kau sampai dirumahmu, masuk lalu kunci pintu rumahmu”

Yoongi membongkar isi tasnya. Mengeluarkan topi dan memakaikannya padaku.

“Pakai dan jangan dilepas sebelum kau sampai dirumah. Sekarang masuklah” Yoongi mendorongku setelah satu bus berhenti tepat didepan kami.

Tunggu, ia tidak ikut pulang?

“Kau tidak ikut Yoongi?”

“Tidak…. Semoga cepat sembuh. Aku pergi” Ujarnya dengan ekspresi datar. Yoongi berlari menjauh dari bus.

Samar-samar aku masih bisa melihat keberadaannya dari dalam bus.

Tunggu, siapa mereka?

–SKIP–

Aku sudah merasa lebih baik hari ini. Kemarin malam aku pulang mengendap-endap dari pintu depan.

Untung saja tidak ada yang melihatku. Aku tak ingin mengambil resiko jika semisalnya aku jatuh saat memanjat tangga menuju jendela kamarku. Sudah cukup memanjat gerbang saja.

Aku cukup kagum dengan ide cemerlang Yoongi. Aku baru sadar kalau dia menempelkan sticky notes dengan pesan yang singkat di depan pintu kamarku. Pantas saja bibi Hwang sama sekali tidak curiga. Ternyata ia mengiraku tertidur tadi malam.

“Ingat Hyerin, jangan pulang ketika hujan” Ujar bibi Hwang sambil membereskan sisa sarapan kami.

“Hem…” Aku hanya bergumam sambil mengangguk mengerti. Aku merasa malu menjawab karena kebodohanku ini.

“Sudah, cepatlah berangkat. Nanti kau terlambat” Bibi Hwang memasukkan jaket kedalam tasku. Untuk berjaga-jaga jika aku merasa tak enak badan katanya.

“Gomawoyo… Aku pergi dulu bi, sampai jumpa” Ujarku sambil tersenyum.

Sebenarnya hari ini aku ingin naik kendaraan umum, tapi bibi Hwang memaksaku agar mau diantar. Ya, mau tak mau aku harus mau karena bibi Hwang sudah kuanggap seperti Ibuku sendiri. Dia menyayangiku dan aku menyayanginya.

Ponselku bergetar beberapa kali saat aku sudah duduk didalam mobil. Sepertinya ada yang mengirimiku spam pesan singkat.

Nomor tak dikenal:
Yuhuu noona cantik sudah sembuh?

Nomor tak dikenal:
Nanti pulang sekolah bersama ya noona?

Astaga, siapa orang kurang kerjaan ini?

To Nomor tak dikenal;
Maaf kau siapa?

Nomor tak dikenal:
Noona tidak menyimpan nomorku ya? Ini aku Tae Hyung. Adik kelas kesayangan noona”

To Nomor tak dikenal:
Omo, maafkan aku Tae… Iya, aku lupa menyimpan nomormu tapi sekarang aku akan simpan. Aku sudah sembuh, terima kasih untuk perhatianmu πŸ™‚ Tapi maaf kau bukan adik kelas kesayanganku”

Setelah mengirim pesan itu, aku segera menyimpan nomor Taehyung itu. Aku tak ingin ada kesalah pahaman lagi.

TaeTaelien:
“Hehehe. Sama-sama noona >_< :-*. Jadi noona mau pulang bersamaku tidak?

Astaga, emoticonnya membuatku mual.

To TaeTaelien:
Kalau hujan tidak, tapi kalau tidak hujan iya.

TaeTaelien:
Yessss, oke aku akan berdoa supaya hari ini tidak hujan. Sampai bertemu lagi noona :-*

Aishhh, anak ini benar-benar.

—SKIP—

-Autor Pov-

Hyerin memasuki ruangan kelasnya dan melihat Yoongi yang sudah duduk sambil menenggelamkan wajahnya diantara lipatan tangannya.

Mungkin ia tidur

Melihat lelaki itu, Hyerin jadi ingat kejadian kemarin malam. Ia masih bertanya-tanya, siapa orang-orang yang bersama Yoongi kemarin malam.
Hyerin menarik bangkunya dan duduk. Saat itu pula Yoongi tersentak dan mengangkat wajahnya.

Hyerin sedikit terkejut melihat wajah Yoongi yang penuh dengan plester. Di pipi kanan, di kening dan di hidungnya. Dan juga… Hyerin melihat luka di sudut bibir Yoongi yang tidak tertempel plester.

Pemandangan ini menjawab pertanyaannya.

“Kau habis berkelahi?” Tanya Hyerin berbisik, ia takut Yoongi merasa tersinggung.

“Eum? Ya… begitulah” Jawab Yoongi santai.

“Tsk! Di taman kemarin malam?”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Aku melihatmu bersama beberapa orang lelaki saat aku sudah berada di dalam bus” Jawab Hyerin. Yoongi hanya diam sambil memalingkan wajahnya.

Teringat sesuatu, Hyerin membuka tasnya dan mengeluarkan benda-benda milik Yoongi.

“Ini topi, sarung tangan dan buku catatanmu. Terima kasih” Hyerin menyodorkan ketiga benda itu kemeja Yoongi.

“Sama-sama” Gumam Yoongi sambil mengambil benda-benda itu dan memasukkannya kedalam tas.

“Apa tidak sakit?”

“Eum? Apa?”

“Itu… apa tidak sakit?” Hyerin mengulang pertanyaanya.

“Bagaimana ya menjawab pertanyaanmu itu… sebagai lelaki aku akan jawab ‘tidak sakit’. Tapi pribadiku sendiri mengatakan kalau ini sakit sekali” Ujar Yoongi ketus.

Hyerin mengangkat sebelah alisnya.
“Sudah tahu sakit kenapa masih berkelahi juga”

“Hei… itu harga diri” Ujar Yoongi dan dibalas oleh decihan Hyerin.

“Jadi kau buru-buru menyuruhku pulang karena kau ingin berkelahi begitu?”

“Tepat sekali” Yoongi menjentikkan jarinya.

“Tapi kenapa kau memberiku topi?”

“Kenapa? Hei kau tahu, mereka bisa saja mencari dan menyandramu kalau mereka tanda wajahmu. Aku tak ingin repot-repot berurusan dengan mereka lagi. Mereka keroyokan” Ujar Yoongi sambil meringis sedikit. Sudut bibirnya perih karena ia terus mengoceh.

Hyerin hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Tak berapa lama kemudian, bel sekolah menggema menandakan kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai.
.
.
.
.
.
TBC dulu ya πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s