Fanfiction

FF/Suga BTS/When You’re Waking Up/Vignette

14a629f85c64bf6e282846758389

When You’re Waking Up || Suga X Min Hye (OC) || Fluff || PG-13 || Vignette

“Min Hye-ya…”

“Min Hye” Yoon Gi menepuk-nepuk pipi gadis yang masih tertidur sambil melipat tangannya diatas meja itu.

“Eum?” Yoon Gi mengeryit bingung mendengar jawaban singkat dari Min Hye yang masih enggan membuka matanya.

“Bangunlah, kelas sudah berakhir dua puluh menit yang lalu”

“APA?!” Lelaki besurai hitam kebiruan itu tersentak kaget melihat Min Hye yang langsung terbangun dan berteriak setelah mendengar perkataannya barusan.

“Kenapa tidak membangunkanku dari tadi? Aku pasti sudah ketinggalan bis” Min Hye memandangi jam tangannya dan Yoon Gi bergantian. Kekesalan terukir jelas dari raut wajahnya.

“Seharusnya kau berterima kasih padaku. Kalau tidak, mungkin kau akan tetap tertidur di sini sampai pagi” Ujar Yoon Gi santai sambil mengemasi barang-barangnya.

“Kau sendiri kenapa belum pulang?” bukan malah mengucap terima kasih Min Hye justru menyerang Yoon Gi dengan pertanyaannya.

“Aku? Tentu saja melakoni hobiku, berolahraga sebelum pulang” Jawab Yoon Gi sambil menunjukkan bola basket yang ia taruh di lantai kelas.

Min Hye memberengut. Dengan terburu-buru gadis itu mengemasi buku-bukunya dan pergi meninggalkan Yoon Gi yang kini sibuk dengan ponselnya.

Min Hye menghentak-hentakkan kakinya kesal. Bis tak juga kunjung lewat. Bagaimana tidak? Ini sudah jam 7 malam. Hanya orang bodoh yang masih mau menunggu bis di halte pada jam ini. Ya, Min Hye-lah salah satu dari ‘orang-orang’ itu.

“Tidak ada bis?” Min Hye memalingkan wajahnya mendengar suara yang terdengar familiar di telinganya. Yoon Gi ikut berdiri disamping Min Hye sambil melepas sebelah earphonenya.

“…”

“Rumahmu di mana? Mau aku antar pulang?” Min Hye menoleh dan kembali memalingkan wajahnya.

“Memangnya kau naik apa?”

“Aku berjalan kaki. Maksudku… biar kutemani kau sampai ke rumahmu. Tidak baik seorang gadis jalan sendirian di malam hari bukan?” Yoon Gi melepas kedua earphonenya kemudian memasukkannya ke saku jas.

“…” Min Hye kembali diam. Ia memikirkan perkataan Yoon Gi yang ada benarnya juga.

“Aku sering melihat bismu ke arah sana, itu berarti rumahmu di sana kan? Kalau begitu ayo” Tanpa menunggu jawaban gadis itu, Yoon Gi menarik tangan Min Hye dan menuntunnya pulang.

Astaga, kalau saja Yoon Gi tahu warna pipi Min Hye yang berubah merah itu. Pasti Yoon Gi langsung meledeknya.

Mereka terus berjalan, dan Yoon Gi juga belum melepaskan genggamannya ditangan Min Hye. Min Hye hanya bisa diam sambil mengekori Yoon Gi dari belakang.

“Kita sudah sampai” Yoon Gi melepaskan genggamannya.

Akhirnya Min Hye bisa bernafas dengan lega juga. Tapi…

“Tunggu, dari mana Yoon Gi tahu rumahku?”

“Sepertinya tak ada orang di rumahmu. Jadi…” Yoon Gi menggantungkan kalimatnya dan menyapukan pandangannya kearah rumah sederhana tanpa penerangan didepannya ini.

“Jadi kenapa?”

“Jadi kau masih tak ingin berterima kasih padaku?” Ujar Yoon Gi sambil tersenyum manis.

“Terima kasih” Ujar Min Hye pelan namun Yoon Gi masih bisa mendengarnya dengan jelas.

“Sama-sama… baiklah, aku pulang dulu” Baru saja Yoon Gi hendak pergi lelaki itu kembali membalikkan badannya dan tersenyum samar setelah mengingat sesuatu yang ingin ia katakan.

“Oh ya, sering-seringlah tidur di kelas agar aku bisa kembali mengantarmu pulang. Aku pergi dulu, sampai jumpa” Yoon Gi melambaikan tangannya dan pergi menjauh.

Mata Min Hye mengerjap. Seribu pertanyaan muncul dikepalanya.
.
.
.

“Yoon Gi, asal kau tahu saja aku ini orang yang peka”

–END–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s